Beberapa hari ini semangat untuk
menulis sedang naik-naiknya . Secara tidak langsung saya terinspirasi oleh
salah satu cewek di twitter. Dia anak semester tiga di UNJ tapi caranya
menyusun monolog atau puisi membuat saya terkagum-kagum. Mungkin dia penjelmaan
Dewi Lestari muda. Saya tidak pernah
secara detail membaca tulisan dewi lestari tapi saya bisa tau tata bahasanya
dalam bertutur dalam sebuah novel ataupun kumpulan tulisannya.
Ketika gairah ini datang, saya
selalu mengingat kata-kata Pramoedya Ananta Toer yang menjadi inspirasi saya sejak dulu. Bunyinya
kurang lebih seperti ini “Orang boleh
pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam
masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian”. Saya sangat
suka sejarah, mengenang kebesaran orang pada eranya dan bagaimana pikirannya
yang telah terlampau jauh padahal eranya masih sangat terbatas.
Ini yang selalu membuat
kegundahan dalam hatiku, bagaimana mungkin pengagum sejarah namun akan hilang
dalam sejarah. Saya banyak membaca biografi kebesaran seseorang namun tidak mengambil sesuatu dari ajaran
mereka.
Tapi hari ini tidak lagi, gaya penulisanku
mungkin masih sangat hancur. Dengan senantiasa menulis saya yakin
kematangan gaya penulisanku akan semakin kelihatan. Untuk @tiaranuban terima kasih, dengan tak
sengaja melihat tulisanmu memberikan keberanian ke saya untuk menulis lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar