Selasa, 27 November 2012

semangat terbarukan kata Pertamina



Beberapa hari ini semangat untuk menulis sedang naik-naiknya . Secara tidak langsung saya terinspirasi oleh salah satu cewek di twitter. Dia anak semester tiga di UNJ tapi caranya menyusun monolog atau puisi membuat saya terkagum-kagum. Mungkin dia penjelmaan Dewi Lestari  muda. Saya tidak pernah secara detail membaca tulisan dewi lestari tapi saya bisa tau tata bahasanya dalam bertutur dalam sebuah novel ataupun kumpulan tulisannya.
Ketika gairah ini datang, saya selalu mengingat kata-kata Pramoedya Ananta Toer  yang menjadi inspirasi saya sejak dulu. Bunyinya kurang lebih seperti ini Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Saya sangat suka sejarah, mengenang kebesaran orang pada eranya dan bagaimana pikirannya yang telah terlampau jauh padahal eranya masih sangat terbatas.
Ini yang selalu membuat kegundahan dalam hatiku, bagaimana mungkin pengagum sejarah namun akan hilang dalam sejarah. Saya banyak membaca biografi kebesaran seseorang  namun tidak mengambil sesuatu dari ajaran mereka.
 Tapi hari ini tidak lagi, gaya penulisanku mungkin masih sangat hancur. Dengan senantiasa menulis saya  yakin kematangan gaya penulisanku akan semakin kelihatan. Untuk @tiaranuban terima kasih, dengan tak sengaja melihat tulisanmu memberikan keberanian ke saya untuk menulis lagi.