Tadi
pas diatas Bis Kopaja, tiba-tiba aku kepikiran tentang mimpi gue selama di
Jakarta. Sekarang udah setahun lebih berada disini, Udah sampai ditahap mana
untuk meraih mimpi itu. Gue sih merasa masih di jalur yang benar untuk meraih
mimpi itu tapi dibalik itupun gue sadar bahwa mimpi itu masih sangat panjang
terbentang didepan sana. Di akhir tahun 2012 ini, ada beberapa harapan yang
terwujud, mulai dari diangkat sebagai pegawai tetap dikantor, mengikuti PKPA
Peradi, mengikuti beberapa pelatihan, mengoleksi buku–buku Pramoedya dan membeli kendaraan yang membantu lebih
mobile disini. Tapi dua yang belum terwujud di 2012 ini, yang rencananya akan
gue laksanain di Tahun 2013 mendatang. Pertama mau lulus ujian Advokat Peradi
yang tertunda akibat pelaksanaan ujiannya memang ditunda sampai Maret nanti,
kedua menambah wawasan Bahasa Inggris yang tertunda akibat selama periode dua
bulan kemarin gue banyak mainnya. Maklum kena sindrom kendaraan baru, maunya
nongkrong melulu, tapi kemarin daftar Kursus di LBI UI Salemba dan udah dilunasin
full jadi pasti akan realisasi (amien).
Singgung
sedikit cerita tentang pendaftaran Kursus gue kemarin. Disana gue dengan pedenya mendaftar kelas English
Conversation itu atas saran temen yang bahasa inggrisnya udah kelas tingkat dewa.
Setelah tes tertulis kemudian mengikuti interview intuk penentuan kelas.
Ternyata setelah diskusi sekitar sepuluh menit akhirnya disaranin ambil kelas
General English (Basic), parahnya lagi kelas GE itu tingkatannya satu sampe
sepuluh dan gue ditempatin di kelas GE satu. Baru sadar, bahasa inggris gue
jeblok banget yah, untung pas interview gue ngakunya Cuma lulusan SMA dan
kerjaannya sebagai Office Boy. gue ngga bisa bayangkan betapa tercorenngnya
nama Almamater tercinta kalo sampai gue sebut kalo lulusan disana. Tapi itu
semua adalah semangat gue untuk berhasil disini, walaupun mungkin telat untuk
kursus tapi gue jalanin semua. Gue harus
berubah sesuai tuntutan Zaman dan ngga mau tenggelam dengan perubahan itu.
Gue
berada di Jakarta, disini tempat dimana semua orang mengejar mimpinya. Ada
pepatah hidup di Ibukota lebih keras ketimbang ibu tiri, tapi pepatah itu tak
berlaku jika kamu punya Skill. ASAH SKILLMU DAN RAIH MIMPIMU